Minggu, 14 Juni 2009

Ya, manusia terkadang lupa dengan biusan sang detik, tetapi tidak dengan Beasiswa Percikan Iman, sang detik tak mampu membiusnya. Beasiswa Percikan Iman yang telah memasuki usianya yang kelima, meninggalkan kenangan yang tak akan mampu dihilangkan oleh biusan sang detik. Kini di saat-saat terakhir, sang detik lelah untuk membius, kini ia mencoba merangkai detik yang lain, menjadi seuntai waktu, yang memberikan makna dan keindahan bagi siapapun yang mengingatnya, termasuk anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar